Sabtu, 08 Agustus 2015

Secarik Kertas

Mungkin kali ini saya akan bercerita sedikit tentang kehidupan saya, dari kecil saya sudah hoby menggambar, mungkin saya mencoba menggambar sekitar kelas 3 sd. Kemudian saya mulai mengikuti eskul menggambar kelas 4 sd, saya sangat senang karena mendapat pujian atas gambar saya walaupun menggunakkan crayon. Eskul tersebut berjalan hanya sampai kelas 5 saja, kelas 6 saya sudah fokus ujian nasional dan dengan akhirnya mendapat NEM 25,92.....

Beberapa bulan saya lewati, karena dulu saya hanya menganggap itu cuma hobby biasa. Waktu itu sekitar kelas SMP 1 ada pelajaran seni budaya kemudian guru itu menyuruh saya dan teman teman saya untuk menggambarkan sebuah ilustrasi sesuai dengan imajinasi saya. Di situ sempat saya pusing karena biasanya saya hanya bisa gambar jika ada contoh. Lalu saya coba ternyata bisa dan mendapat nilai yang memuaskan

. Saya semakin hari semakin malas karena saya belom mengganggap itu sebagai bakat atau talenta saya, saya masih berpikiran kalau itu hanya hal biasa....

Hari hari itu saya lewati dengan fokus belajar dan mendapat ranking 7 di kelas. Ada kejadian dimana saya merasa kesal dengan teman saya, emosi saya seakan naik seketika itu juga, saya tidak bisa melampiaskannya dengan omongan atau perbuatan, akhirnya saya hanya diam dan saya melihat secarik kertas dan pensil, lalu saya menggambar sketsa wajah dan gambar biasa, hasilnya cukup bagus. Dari sana semuanya dimulai berpikir ini bakat dari Tuhan, karena tidak semua orang bisa melakukannya seperti apa yang saya lakukan,  dukungan juga banyak dari orang tua dan sahabat.
Kelas SMP 3 saya tidak mendalami dalam bakat saya karena saya harus belajar untuk ujian nasional nanti, saya bersyukur mendapatkan NEM 32,05 dan nilai IPA yang cukup tinggi 87. 

Pada akhirnya saya diterima di SMKN 11 Jakarta dengan jurusan akuntansi. Bakat saya mulai perdalam saat kelas XI ini. Hasil gambar yang saya buat,saya foto menggunakan handphone, lalu fotonya saya sebar di beberapa sosial media yaitu Instagram (@theresiaangeliaa), facebook (Angelia Theresia). Ternyata cukup banyak yang menyukainya. Ada beberapa inspirasi saya untuk memperdalamnya. Semakin hari semakin banyak hal hal baru untuk saya pelajari seperti gambar 3D, sketsa wajah, dan hasilnya bagus. Banyak pujian pujian dari teman teman saya atas gambar saya, juga ada beberapa teman yang minta untuk digambarkan, ada juga yang minta diajarkan hahahaha^^..., Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena tidak semuanya bisa seperti saya....Thanks god......






Senin, 15 Juni 2015

15 Fakta Menarik masa masa SMA/SMK

Menurut saya ini fakta fakta menarik masa masa SMA/SMK :


   1.     Pelajaran yang paling disukai adalah pelajran kosong
   2.     Penglihatan yang sangat tajam karena bisa membaca tulisan sangat kecil di contekan mereka.
   3.     Hari Senin adalah hari yang paling tidak disukai, karena jauh dengan hari libur.
   4.     Tempat yang paling diincar saat ulangan adalah paling belakang,
   5.     Menyoraki guru atau teman saat di kelas adalah kegiatan untuk melepaskan stress.
   6.     Batal ulangan adalah hal yang menyenangkan. 
   7.     PR biasa dikerjakan pada pagi pagi hari sekali di kelas
   8.     Alim sama guru killer (galak).
   9.     Mereka suka main petak umpet sama guru BP, kalo gak pake seragam lengkap.
   10. Pengen cepet cepet jadi anak kuliahan.
   11. Saat ujian paling seneng dapet guru yang suka keluar kelas atau ga merhatiin.
   12.  Entah, kalau di kelas suasananya menjadi ngantuk apalagi ketika jam guru membosankan.
   13.   Pulpen sering hilang sama orang tak bertanggung jawab.
   14.   Kadang suka keinget masa masa SMP.
   15.   DOI adalah moodboster banget.

   Sebenarnya masih banyak fakta yang lainnya, tapi hanya ini saja yang bisa saya sampaikan  

   Beberapa fakta di atas saya juga termasuk merasakannya dan melakukannya loh hehehe ^^




Jumat, 05 Juni 2015

Mimpi Tidak Akan Bekerja Kecuali Anda Lakukan



Segala sesuatu yang kita cita cita kan atau kita impikan butuh perjuangan untuk menggapainya tidak segampang membalikan telapak tangan yang semaunya saja. Supaya apa yang kita impikan atau kita cita citakan itu tercapai sebaiknya kita memerlukan motivasi dari orang tua dan dari diri kita sendiri, bekerja keras untuk menggapainya, tidak menyerah walaupun gagal beberapa kali, dan hasil yang baik juga berasal dari usaha yang baik, semua ada tahapannya masing masing, dan mulai lah belajar dari kesalahan itu.......

Awalnya kami bersepakat untuk bertemu disekolah  hari senin ,perbincangan kami melalui chat, mungkin dikarenakan kesibukannya, hari itu diundur menjadi hari kamis.Sekitar pukul 2 siang  mau menuju senja, saya bertemu di sekolah dengan salah satu alumni smkn 11 tahun ini. Mula - mula saya berpikir topik apa yang mau dibicarakannya, masalah sekolah atau bisnis, saya tidak diberitahukannya terdahulu.
Pembicaraan itu dimulai dengan angka 28.000, lalu  dia bertanya, menurut lu ini apa?. "uang'' jawab saya secara spontan . Dia setuju dengan pendapat saja, tetapi jawabannya adalah hari. Lalu saya bingung kenapa hari, kemudian dia jelaskan apa yang dia maksud, lama kelamaan saya mulai mengerti topik pembicaraannya, akhirnya  dari sana awal pembicaraan kita.
Ketika sedang berbincang bincang ada salah satu perkataan yang menarik dan memotivasi saya. Perkataannya itu sangat singkat, padat, dan jelas. "Jika lu sekarang masih berada di zona yang nyaman atau fine, mencobalah untuk keluar dari zona tersebut, jadi ketika lu berada di zona yang tidak nyaman lu bisa mengatasinya, kita tidak tahu kapan itu terjadi yang jelas suatu saat akan dialami, contoh seandainya lu mau bahagiain orang tua lu dengan hasil jeripayah lu bekerja?, memang lu belom saatnya untuk bekerja masih panjang waktunya, saat ini lu masih belajar dulu , tapi kalau masih bermalas malasan,menunda nunda pekerjaan nanti lu bekerja ada yang nerima walaupun lu pinter? jadi cobalah untuk keluar dari zona nyaman tersebut, walaupun sulit dan susah bahkan butuh berkorban waktu dan tenaga, nanti juga toh bakalan berguna dan modal untuk nantinya walaupun terdengar sepele  " ujar dia . Tersentak dibenak saya berpikir " loh kok kenapa bisa sama dengan contohnya ", perkataannya itu seperti menghajar saya secara tidak langsung...
Dia tinggal cukup jauh di daerah Tangerang sana, saya berpikir jauh juga rumahnya tapi dia masih rajin untuk ke SMKN 11, walaupun kadang kadang saja. "Coba kalo saya seperti itu, mungkin saya sudah meminta orang tua untuk pindah sekolah" pikir saya.
Pertamanya saya juga tidak percaya dia orangnya seperti itu, karena saya baru mengenalnya, menurut saya dia orang yang pendiam. Ternyata ekspestasi saya salah tentang dia, pada saat itu saya baru mengetahuinya sifatnya dia dengan benar, dia orang yang rajin dan ulet, mempunyai semangat yang tinggi untuk sukses dalam dunia bisnis, dia tidak peduli perkataan teman teman sebaya nya, karena di prinsipnya kesuksesan berada di tangan orang yang rajin dan ulet, bukan berasal dari perkataan teman, dia juga terbuka dan care pada setiap adik kelasnya yang mau belajar. 
Perasaan saya saat itu sangat senang bisa bertemu dengan orang seperti dia, "Mungkin saya bisa belajar dari dia" pikir saya, banyak pengalaman pengalaman yang harus saya pelajari dari dia supaya jadi bekal untuk kelak nanti.


By : Theresia Angelia Saputra
Pelajar SMKN 11 Jakarta