Segala sesuatu yang kita cita cita kan atau kita impikan butuh perjuangan untuk menggapainya tidak segampang membalikan telapak tangan yang semaunya saja. Supaya apa yang kita impikan atau kita cita citakan itu tercapai sebaiknya kita memerlukan motivasi dari orang tua dan dari diri kita sendiri, bekerja keras untuk menggapainya, tidak menyerah walaupun gagal beberapa kali, dan hasil yang baik juga berasal dari usaha yang baik, semua ada tahapannya masing masing, dan mulai lah belajar dari kesalahan itu.......
Awalnya kami bersepakat untuk bertemu disekolah hari senin ,perbincangan kami melalui chat, mungkin dikarenakan kesibukannya, hari itu diundur menjadi hari kamis.Sekitar pukul 2 siang mau menuju senja, saya bertemu di sekolah dengan salah satu alumni smkn 11 tahun ini. Mula - mula saya berpikir topik apa yang mau dibicarakannya, masalah sekolah atau bisnis, saya tidak diberitahukannya terdahulu.
Pembicaraan itu dimulai dengan angka 28.000, lalu dia bertanya, menurut lu ini apa?. "uang'' jawab saya secara spontan . Dia setuju dengan pendapat saja, tetapi jawabannya adalah hari. Lalu saya bingung kenapa hari, kemudian dia jelaskan apa yang dia maksud, lama kelamaan saya mulai mengerti topik pembicaraannya, akhirnya dari sana awal pembicaraan kita.
Ketika sedang berbincang bincang ada salah satu perkataan yang menarik dan memotivasi saya. Perkataannya itu sangat singkat, padat, dan jelas. "Jika lu sekarang masih berada di zona yang nyaman atau fine, mencobalah untuk keluar dari zona tersebut, jadi ketika lu berada di zona yang tidak nyaman lu bisa mengatasinya, kita tidak tahu kapan itu terjadi yang jelas suatu saat akan dialami, contoh seandainya lu mau bahagiain orang tua lu dengan hasil jeripayah lu bekerja?, memang lu belom saatnya untuk bekerja masih panjang waktunya, saat ini lu masih belajar dulu , tapi kalau masih bermalas malasan,menunda nunda pekerjaan nanti lu bekerja ada yang nerima walaupun lu pinter? jadi cobalah untuk keluar dari zona nyaman tersebut, walaupun sulit dan susah bahkan butuh berkorban waktu dan tenaga, nanti juga toh bakalan berguna dan modal untuk nantinya walaupun terdengar sepele " ujar dia . Tersentak dibenak saya berpikir " loh kok kenapa bisa sama dengan contohnya ", perkataannya itu seperti menghajar saya secara tidak langsung...
Dia tinggal cukup jauh di daerah Tangerang sana, saya berpikir jauh juga rumahnya tapi dia masih rajin untuk ke SMKN 11, walaupun kadang kadang saja. "Coba kalo saya seperti itu, mungkin saya sudah meminta orang tua untuk pindah sekolah" pikir saya.
Pertamanya saya juga tidak percaya dia orangnya seperti itu, karena saya baru mengenalnya, menurut saya dia orang yang pendiam. Ternyata ekspestasi saya salah tentang dia, pada saat itu saya baru mengetahuinya sifatnya dia dengan benar, dia orang yang rajin dan ulet, mempunyai semangat yang tinggi untuk sukses dalam dunia bisnis, dia tidak peduli perkataan teman teman sebaya nya, karena di prinsipnya kesuksesan berada di tangan orang yang rajin dan ulet, bukan berasal dari perkataan teman, dia juga terbuka dan care pada setiap adik kelasnya yang mau belajar.
Perasaan saya saat itu sangat senang bisa bertemu dengan orang seperti dia, "Mungkin saya bisa belajar dari dia" pikir saya, banyak pengalaman pengalaman yang harus saya pelajari dari dia supaya jadi bekal untuk kelak nanti.
By : Theresia Angelia Saputra
Pelajar SMKN 11 Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar